KARIMUN (U&A.com) – Polres Karimun Polda Kepri turut ambil bagian dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan serta penurunan angka stunting.
Untuk itu, Polres Karimun mengadakan kegiatan pemberian vitamin A kepada balita yang dilaksanakan Posyandu Kemala Asrama Polisi Kapling, Jl. Raja Oesman, No. 87 Tg. Balai Karimun. Selasa (27/02/2024).
Hadir pada kegiatan tersebut Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus, S.I.K., M.H. didampingi Ketua Bhayangkari Cab. Karimun Ny. Lya Fadli Agus beserta pengurus Bhayangkari Cabang Karimun dan turut dihadiri oleh para orang tua dan balita.
Adapun bayi dan balita yang mendapatkan penanganan stunting dan pemberian vitamin A berjumlah 23 orang berasal dari keluarga Polri Polres Karimun dan juga masyarakat.
Ketua Bhayangkari Cabang Karimun Ny. Lya Fadli Agus menjelaskan bahwa pemberian vitamin A bagi bayi dan balita sangat penting untuk perkembangan dan kinerja berbagai organ tubuh, seperti mata, kulit, organ reproduksi dan sistem kekebalan tubuh.
Vitamin A juga berfungsi mendukung sistem imunitas tubuh bekerja lebih optimal dalam menghalau infeksi, sedangkan untuk penanganan stunting dilakukan dengan cara penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala balita.
Dengan adanya pemberian vitamin A yang cukup diharapkan dapat lebih menjaga kesehatan bayi dan balita.
Selain pemberian vitamin A, Bhayangkari Cabang Karimun juga melaksanakan pengecekan kesehatan dan juga pemberian makanan bergizi bagi bayi dan balita yang dilaksanakan rutin setiap bulan.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjadikan anak-anak yang sehat, aktif, cerdas dan memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga tidak rentan dengan penyakit. Karena sumber daya manusia yang produktif dimulai sedini mungkin dengan menjaga kesehatan anak sedari kecil hingga tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus, S.I.K., M.H.
Ia menjelaskan kepolisian Karimun juga akan turut ambil bagian dalam penurunan angka stunting. Kegiatan peduli polisi saat ini, diharapkan bisa menjadi stimulan untuk stakeholder lain, agar turut bersama untuk menurunkan angka stunting sesuai arahan presiden RI.
Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang,tidak sesuai dengan kebutuhan. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes,hipertensi,hingga obesitas. (r/hj)